IFRS adalah
singkatan dari International Financial Reporting
Standards atau Standar Pelaporan Keuangan Internasional. IFRS
adalah bagian akuntansi internasional di mana untuk mengatur dan melaporkan
informasi keuangan. Hal ini berasal dari pernyataan dari Akuntansi yang
berbasis di London International Standards Board (IASB).
Susunan IFRS meliputi :
1. Penyajian laporan keuangan
2. Pengakuan pendapatan
3. Biaya penggajian
4. Biaya pinjaman
5. Pajak penghasilan
6. Investasi pada perusahaan asosiasi
7. Persediaan
8. Aktiva tetap
9. Aktiva tidak berwujud
10. Sewa
11. Pensiun
12. Penggabungan usaha
13. Kurs valuta asing
14. Operasi segmen
15. Kejadian setelah tanggal neraca
Secara garis besar ada empat hal pokok yang diatur dalam standar akuntansi
:
1. Definisi elemen laporan keuangan atau informasi lain yang berkaitan.
Definisi digunakan dalam standar akuntansi untuk menentukan apakah transaksi
tertentu harus dicatat dan dikelompokkan ke dalam aktiva, hutang, modal,
pendapatan dan biaya.
2. Pengukuran dan penilaian. Pedoman ini digunakan untuk menentukan nilai
dari suatu elemen laporan keuangan baik pada saat terjadinya transaksi keuangan
maupun pada saat penyajian laporan keuangan (pada tanggal neraca).
3. Pengakuan Merupakan kriteria yang digunakan untuk mengakui elemen
laporan keuangan sehingga elemen tersebut dapat disajikan dalam laporan
keuangan.
4. Penyajian dan pengungkapan laporan keuangan Komponen keempat ini
digunakan untuk menentukan jenis informasi dan bagaimana informasi tersebut
disajikan dan diungkapkan dalam laporan keuangan.
IFRS di Berbagai Negara IFRS dianggap sebagai “prinsip-prinsip berdasarkan”
peraturan luas terdiri dari:
Standar
Pelaporan Keuangan Internasional (IFRS) – standar yang dikeluarkan setelah
tahun 2001.
Standar
Akuntansi Internasional (IAS) – standar yang diterbitkan sebelum 2001.
Interpretasi
berasal dari interpretasi Pelaporan Keuangan Internasional Komite (IFRIC)
– yang diterbitkan setelah tahun 2001.
Berdiri
Interpretasi Committee (SIC) – yang diterbitkan sebelum 2001.
Kerangka
Penyajian dan Penyusunan Laporan Keuangan.
1.Identifikasi badan pengawas
auditor,kapan saat pembentukannya dan apa alasan tren tersebut yang terjadi
akhir-akhir ini?
Jawab :
Badan
pengawas auditor dibentuk kerena di kebanyakan Negara,hukumanadanya ketidakpatuhan akuntansi resmi yang
cenderung lemah dan tidak eferktif. Auditor dibetuk untuk melakukan perbandingan
dalam hal atestasi terhadap penyajian wajar laporan keuangan.
Tujuan utama audit adalah memastikan bahwa
catatan laporan keuangan sesuai dengan ketentuan hukum.
Tren
laporan keuangan saat ini mengarah pada penyajian wajar, setidaknya untuk
laporan keuangan konsolidasi, Negara-Negara hukum kode menyesuaikan pendekatan
kepatuhan hukum dan tradisional yang dianut terhadap akuntansi untuk
mencerminkan kenyataan pasar global.
2.Apa penyebab timbulnya
perbedaan antara standar akuntansi keuangan yang diterbitkan dengan yang
digunakan dalam praktik, dan siapa yang harus memperhatikan perbedaan tersebut?
Jawab
:
Penetapan standar akuntansi umumnya
melibatkan penggabungan sector swasta dan public. Hubungan antara sector
akuntansi dan praktik akuntansi sangat rumit dan tidak selalu
bergerak dalam arah yang sama. Praktik dapat mempengaruhi oleh kekuatan
pasar, seperti yang berkaitan dengan kompetisi terhadap dana terhadap dana
pasar modern.
3.Apakah ketentuan hukum
formal yang ekstensif menyebabkan pelaporan keuangan yang berkualitas tinggi?
Jawab :
Ketentuan
hukum formal yang ekstensif meyebabaakn laporan keuangan berkualitas tinggi,
karena adanya peraturan yang ketat dan resmi sehingga meminimalisasi
kemungkinan terjadinya kesalahan pada
saat pencatatan.
4.Perusahaan-perusahaan
besar sering kali mencatat saham mereka di berbagai bursa efek yang berbeda di
seluruh dunia . Isu akuntansi apa yang mencuat akibat praktik ini?
Jawab :
Alasan dilakukannya pencatatan saham di banyak bursa efek di
beberapa negara asing adalah untuk memperluas kelompok pemegang saham,
membangun kesadaran terhadap perusahaan, khususnya di negara-negara dimana
perusahaan memiliki operasi yang signifikan dan mempunyai banyak stakeholder.
Banyak perusahaan asing yang mengalami kesulitan ketika
memutuskan dimana meningkatkan jumlah modal atau mencatatkan sahamnya.
Pengetahuan mengenai berbagai pasar ekuitas dengan hukum, aturan dan karakter
kelembagaan yang berbeda di tiap-tiap negara. Banyaknya faktor-faktor yang
perli dipertimbangkan seperti negara asal, industri, dan besarnya penawaran
perusahaan penerbit saham serta biaya dan manfaat kombinasi pasar yang berbeda
merupakan salah satu faktor yang penting untuk dipahami.
Faktor yang mungkin banyak menyumbangkan perhatian lebih
terhadap akuntansi internasional di kalangan eksekutif perusahaan, investor,
regulator pasar, pembuat standar akuntansi, dan para pendidik ilmu bisnis
adalah internasionalisasi pasar modal seluruh dunia.
5.Pertimbangkanlah pernyataan
berikut: “Pengalaman menunjukkan bahwa kebutuhan pasar nasional &
internasional akan harmonisasi internasional secara khusus akan lebih terpenuhi
dengan lebih baik melalui pengaturan sendiri ketimbang pengaturan oleh
pemerintah” Apakan Anda setuju? Mengapa?
Jawab:
Setuju,
dengan pengaturan sendiri
lebih baik karena tidak ada interpensi secara langsung dari pemerintah yang tidak sesuai dengan kebutuhan pasar.
6.Di Prancis, standar
& praktik akuntansi keuangan awalnya bermula dari 3 sumber yang berwenang :
a) Legislasi perusahaan (Plan Compatable General and Code de commerce), b)
Opini & rekomendasi profesional (CNC,CRC,OEC dan CNCC), c) Regulasi pasar
modal (AMF). Manakah dari ketiga hal tersebut yang memiliki pengaruh paling
besar terhadap praktik akuntansi prancis sehari-hari?
Jawab :
Sumber
yang berwenang yang memiliki pengaruh paling besar terhadap praktik akuntansi
prancis sehari-hari adalah Legalisasi Perusahaan (Plan Compatable General and
Code de commerce) karena Perancis merupakan salah satu pendukung utama
penyeragaman akuntansi nasional di dunia. Kementrian Ekonomi Nasional
menyetujui Plan Comptale General (kode akuntansi nasional) yang resmi
diterapkan pertama kali pada bulan September 1947. Pada Tahun 1986, rencana
tersebut diperluas untuk melaksanakan ketentuan dalam Direktif Ketujuh UE
terhadap laporan keuangan konsolidasi dan revisi lebih lanjut pada tahun 1999.
Plan Comptable General berisi: Tujuan
dan prinsip akuntansi serta pelaporan keuangan definisi aktiva, kewajiban,
ekuitas pemegang saham, pendapatan dan beban aturan pengakuan dan penilaian daftar
akun standar, ketentuan mengenai penggunaannya, dan ketentuan tata buku lainnya.
Sehingga, sumber tersebut yang memiliki pengaruh paling besar terhadap praktik
akuntansi prancis sehari-hari
7.Pertimbangkanlah
pernyataan berikut: “Komite Standar Akuntansi Jerman dibentuk menurut praktik
Anglo Amerika & Internasional.” Apakah Anda setuju? Mengapa?
Jawab:
Setuju, karena tidak ada keraguan bahwa Akuntansi
Anglo-Amerika dapat menjadi ciri dari akuntansi di Eropa, Asia, Amerika Latin
dan di banyak bagian dunia yang lainnya. Prakteknya tidak hanya di Amerika
Serikat dan Inggris tetapi juga meluas ke beberapa wilayah dan negara. Misalnya
Inggris mempunyai pengaruh kolonial yang besar, seperti di Australia, Kanada,
Hing Kong, India, Irlandia, Kenya, Malaysia, New Zealand, Nigeria, Singapora,
dan Afrika Selatan. Anglo-Amerika akuntansi menjadi lebih relatif dan kurang
konservatif dan lebih transparan daripada di Nengara-negara Latin, Jerman, dan
Jepang.
8.Apa saja alasan
terhadap “Perubahan Pasar” di Jepang & perubahan apa saja dalam praktik
akuntansi yang terjadi sebagai akibat hal itu?
Jawab
:
Perubahan akuntansi jepang pada akhir tahun 1990 terjadi
kerana ingin membuat kesehatan ekonomi perusahaan-perusahaan jepang menjadi
semakin transparan dan membawa jepang labih dekat dengan standar internasional.
Perubahan
– perubahan yang terjadi meliputi :
a.Mengharuskan
perusahaan yang mencatatkan sahamnya untuk membuat laporan arus kas
b.Memperluas
jumlah anak perusahaan yang dikonsolidasikan berdasarkan kendali yang
dimiliki dan bukan persentase kepemilikan
c.Memperluas
jumlah perusahaan afiliasi yang dicatat dengan menggunakan metode ekuitas
berdasarkan pengaruh signifikan dan bukan
pada persentase kepemilikan
d.Menilai
investasi dalam surat berharga sebesar harga pasar dan bukan harga perolehan
e.Provisi
penuh atas kewajiban tangguhan
f.Akrual
penuh atas pensiun dan kewajiban pensiun lainnya.
9.Apa misi Kamar Perusahaan Pengadilan Amsterdam, bagaimana
caranta misi tersebut dijalnkan?
Jawab :
Kamar
Perusahaan Pengadilan Amsterdam yaitu pengambilan khusus yang berhubungan
dengan pengadilan tingggi Amsterdam yang mempunyai misi untuk mendorong
kesesuaian dengan ketentuan akuntansi keputusan comer perusahaan
dapat menimbulkan perubahan dalam laporan keuangan atau berbagai jenis hukuman.
10.Sebutkan 3 contoh fleksibilitas Belanda dalam ketentuan
pelaporan keuangan?
Jawab :
a.Diperbolehkanya penggunaan nilai
kini untuk aktiva berwujud .
b.Evaluasi dihapuskan melalui cadangan
evaluasi dalam ekuitas pemegang saham
c.Pajak penghasilan tangguhan diakui
berdasarkan konsep kalau pasti komprehensip
11.Apakah prbedaan antara konsep yang bersifat “benar dan
wajar” di laporan keuangan Inggris, dengan “disajikan secara wajar” di laporan
keuangan AS?
Jawab :
Perbedaan
konsep ini adalah bahwa dalam laporan keuangan Inggris harus memberikan
penyajian yang benar dan wajar terhadap kondisi situasi dan keuntungan
perusahaan. Sementara dalam laporan keuangan AS menyajikan secara wajar
posisi keuangan suatu perusahaan dan hasil operasinya sesuai dengan prinsip
akuntansi yang diterima secara umum, tidah terdapat superioritas subjek seperti
yang harus benar seperti di Inggris.
12.Apakah perbedaan antara standar akuntansi berbasis prinsip
dan berbasis aturan? Bukti apakah yang menjunjukan GAAP AS berbasis aturan?
Jawab :
Perbedaan
antara akuntansi berbasis prinsip dan akuntansi berbasis aturan terlihat pada
laporan keuangan. Bukti yang menunjukkan GAAP As berbasis aturan itu dilihat
pada pelaporan keuangan yang dianggap penyajiannya laporan auditor tidak wajar.
The Banker: Agus Martowardojo,
Menkeu Terbaik se-Asia Pasifik
Indonesia was one of only a handful of major economies to carry on
growing throughout the financial crisis and is now looking at reaching 7.5%
growth by 2014. What is behind this impressive performance? Brian Caplen
interviews Indonesia’s finance minister, Agus Martowardojo, to understand the
country’s economic polices as well as its new system for bank regulation.
Mr Martowardojo is The Banker ’s Finance Minister of the Year 2012 , global and
Asia-Pacific.
Tulisan di atas adalah sebagian kutipan tentang Menteri Keuangan Agus
Martowardojo yang meraih penghargaan sebagai menteri keuangan terbaik
se-Asia Pasifik tahun ini dari majalah keuangan internasional “The Banker”
edisi Januari 2012.
Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan Yudi
Pramadi dalam keterangannya di Jakarta, Rabu menyebutkan editor senior majalah “The
Banker” Brian Caplen berkesempatan menyerahkan langsung penghargaan
tersebut kepada Menkeu pada 15 Februari 2012 lalu.
Majalah “The Banker” memberikan penghargaan tersebut karena menilai
Agus Martowardojo berhasil dalam menyokong pertumbuhan ekonomi mencapai 6,46
persen dan membawa perubahan pada pelaksanaan anggaran dan perencanaan
keuangan.
Kemudian dia dianggap berhasil meningkatkan iklim investasi di Indonesia
serta mengatur anggaran secara hati-hati pada 2011.
Tahun ini merupakan ke-11 kalinya penghargaan tersebut diberikan dan pada
tahun sebelumnya tercatat beberapa menteri keuangan di beberapa negara di dunia
memperoleh penghargaan serupa.
Menkeu tersebut antara lain Menkeu India Pranab Mukherjee, Menkeu Pantai
Gading Charles Koffi Diby, Sekretaris Keuangan Filipina Margarito Teves dan
Menkeu Slowakia Jan Pociatek.
Berdasarkan hasil audit Audit Bereau of Cicrulations, sirkulasi majalah “The
Banker” adalah lebih dari 28 ribu eksemplar dengan rata-rata 60 persen
dari pembacanya adalah CEO/Presiden Direktur serta CFO/Bendahara dari berbagai
perusahaan.
Majalah keuangan internasional ini memuat informasi di bidang keuangan dan
premier banking, dibaca lebih dari 180 negara dan merupakan sumber utama data
dan analisa industri tersebut.
Fokus utama “The Banker” adalah komentar dan pemahaman keuangan
global, opini, profil dan wawancara dengan bank serta tokoh keuangan terkemuka.
Majalah ini juga menggabungkan liputan mendalam baik secara regional maupun
negara melalui laporan pasar keuangan global, regulasi dan kebijakan, pelayanan
cash management dan sekuritas, komoditas, infrastruktur, proyek, perdagangan
dan teknologi, kliring dan pembayaran serta isu manajemen dan pemerintahan.