Kamis, 04 April 2013

Mengenai IFRS


IFRS adalah singkatan dari International Financial Reporting Standards atau Standar Pelaporan Keuangan Internasional.  IFRS adalah bagian akuntansi internasional di mana untuk mengatur dan melaporkan informasi keuangan. Hal ini berasal dari pernyataan dari Akuntansi yang berbasis di London International Standards Board (IASB). 

Susunan  IFRS meliputi :
1. Penyajian laporan keuangan
2. Pengakuan pendapatan
3. Biaya penggajian
4. Biaya pinjaman
5. Pajak penghasilan
6. Investasi pada perusahaan asosiasi
7. Persediaan
8. Aktiva tetap
9. Aktiva tidak berwujud
10. Sewa
11. Pensiun
12. Penggabungan usaha
13. Kurs valuta asing
14. Operasi segmen
15. Kejadian setelah tanggal neraca


Secara garis besar ada empat hal pokok yang diatur dalam standar akuntansi :
1. Definisi elemen laporan keuangan atau informasi lain yang berkaitan. Definisi digunakan dalam standar akuntansi untuk menentukan apakah transaksi tertentu harus dicatat dan dikelompokkan ke dalam aktiva, hutang, modal, pendapatan dan biaya.
2. Pengukuran dan penilaian. Pedoman ini digunakan untuk menentukan nilai dari suatu elemen laporan keuangan baik pada saat terjadinya transaksi keuangan maupun pada saat penyajian laporan keuangan (pada tanggal neraca).
3. Pengakuan Merupakan kriteria yang digunakan untuk mengakui elemen laporan keuangan sehingga elemen tersebut dapat disajikan dalam laporan keuangan.
4. Penyajian dan pengungkapan laporan keuangan Komponen keempat ini digunakan untuk menentukan jenis informasi dan bagaimana informasi tersebut disajikan dan diungkapkan dalam laporan keuangan.

IFRS di Berbagai Negara IFRS dianggap sebagai “prinsip-prinsip berdasarkan” peraturan luas terdiri dari:
  1.  Standar Pelaporan Keuangan Internasional (IFRS) – standar yang dikeluarkan setelah tahun 2001.
  2. Standar Akuntansi Internasional (IAS) – standar yang diterbitkan sebelum 2001.
  3. Interpretasi berasal dari interpretasi Pelaporan Keuangan Internasional Komite (IFRIC) – yang diterbitkan setelah tahun 2001.
  4. Berdiri Interpretasi Committee (SIC) – yang diterbitkan sebelum 2001.
  5. Kerangka Penyajian dan Penyusunan Laporan Keuangan.

Minggu, 31 Maret 2013

tugas kelompok akuntansi internasional


TUGAS KELOMPOK
AKUNTANSI INTERNASIONAL

NAMA KELOMPOK            : PRICEWATERHOUSE
ANGGOTA KEOMPOK       :
1.   Anggriawan Adi Kusumo (24209921)
2.   Endang Lestari (22209115)
3.   Erin Kristian (24209382)
4.   Farhataini (26209402)
5.   Lourin Berlian (25209348)

CHAPTER 3

1.      Identifikasi badan pengawas auditor,kapan saat pembentukannya dan apa alasan tren tersebut yang terjadi akhir-akhir ini?
Jawab :
            Badan pengawas auditor dibentuk kerena di kebanyakan Negara,hukuman  adanya ketidakpatuhan akuntansi resmi yang cenderung lemah dan tidak eferktif. Auditor dibetuk untuk melakukan perbandingan dalam hal atestasi terhadap penyajian wajar laporan keuangan. Tujuan utama audit adalah memastikan bahwa catatan laporan keuangan sesuai dengan ketentuan hukum.
            Tren laporan keuangan saat ini mengarah pada penyajian wajar, setidaknya untuk laporan keuangan konsolidasi, Negara-Negara hukum kode menyesuaikan pendekatan kepatuhan hukum dan tradisional yang dianut terhadap akuntansi untuk mencerminkan kenyataan pasar global.

2.      Apa penyebab timbulnya perbedaan antara standar akuntansi keuangan yang diterbitkan dengan yang digunakan dalam praktik, dan siapa yang harus memperhatikan perbedaan tersebut?
Jawab :
            Penetapan standar akuntansi umumnya melibatkan penggabungan sector swasta dan public. Hubungan antara sector akuntansi dan praktik akuntansi sangat rumit dan tidak selalu bergerak dalam arah yang sama. Praktik dapat mempengaruhi oleh kekuatan pasar, seperti yang berkaitan dengan kompetisi terhadap dana terhadap dana pasar modern.

3.      Apakah ketentuan hukum formal yang ekstensif menyebabkan pelaporan keuangan yang berkualitas tinggi?
Jawab :
            Ketentuan hukum formal yang ekstensif meyebabaakn laporan keuangan berkualitas tinggi, karena adanya peraturan yang ketat dan resmi sehingga meminimalisasi kemungkinan terjadinya kesalahan pada saat pencatatan.


4.      Perusahaan-perusahaan besar sering kali mencatat saham mereka di berbagai bursa efek yang berbeda di seluruh dunia . Isu akuntansi apa yang mencuat akibat praktik ini?
Jawab :
         Alasan dilakukannya pencatatan saham di banyak bursa efek di beberapa negara asing adalah untuk memperluas kelompok pemegang saham, membangun kesadaran terhadap perusahaan, khususnya di negara-negara dimana perusahaan memiliki operasi yang signifikan dan mempunyai banyak stakeholder.
         Banyak perusahaan asing yang mengalami kesulitan ketika memutuskan dimana meningkatkan jumlah modal atau mencatatkan sahamnya. Pengetahuan mengenai berbagai pasar ekuitas dengan hukum, aturan dan karakter kelembagaan yang berbeda di tiap-tiap negara. Banyaknya faktor-faktor yang perli dipertimbangkan seperti negara asal, industri, dan besarnya penawaran perusahaan penerbit saham serta biaya dan manfaat kombinasi pasar yang berbeda merupakan salah satu faktor yang penting untuk dipahami.
         Faktor yang mungkin banyak menyumbangkan perhatian lebih terhadap akuntansi internasional di kalangan eksekutif perusahaan, investor, regulator pasar, pembuat standar akuntansi, dan para pendidik ilmu bisnis adalah internasionalisasi pasar modal seluruh dunia.

5.      Pertimbangkanlah pernyataan berikut: “Pengalaman menunjukkan bahwa kebutuhan pasar nasional & internasional akan harmonisasi internasional secara khusus akan lebih terpenuhi dengan lebih baik melalui pengaturan sendiri ketimbang pengaturan oleh pemerintah” Apakan Anda setuju? Mengapa?
Jawab:
Setuju, dengan pengaturan sendiri lebih baik karena tidak ada interpensi secara langsung dari pemerintah yang tidak sesuai dengan kebutuhan pasar.

6.      Di Prancis, standar & praktik akuntansi keuangan awalnya bermula dari 3 sumber yang berwenang : a) Legislasi perusahaan (Plan Compatable General and Code de commerce), b) Opini & rekomendasi profesional (CNC,CRC,OEC dan CNCC), c) Regulasi pasar modal (AMF). Manakah dari ketiga hal tersebut yang memiliki pengaruh paling besar terhadap praktik akuntansi prancis sehari-hari?

Jawab :
Sumber yang berwenang yang memiliki pengaruh paling besar terhadap praktik akuntansi prancis sehari-hari adalah Legalisasi Perusahaan (Plan Compatable General and Code de commerce) karena Perancis merupakan salah satu pendukung utama penyeragaman akuntansi nasional di dunia. Kementrian Ekonomi Nasional menyetujui Plan Comptale General (kode akuntansi nasional) yang resmi diterapkan pertama kali pada bulan September 1947. Pada Tahun 1986, rencana tersebut diperluas untuk melaksanakan ketentuan dalam Direktif Ketujuh UE terhadap laporan keuangan konsolidasi dan revisi lebih lanjut pada tahun 1999. Plan Comptable General berisi  : Tujuan dan prinsip akuntansi serta pelaporan keuangan definisi aktiva, kewajiban, ekuitas pemegang saham, pendapatan dan beban aturan pengakuan dan penilaian daftar akun standar, ketentuan mengenai penggunaannya, dan ketentuan tata buku lainnya. Sehingga, sumber tersebut yang memiliki pengaruh paling besar terhadap praktik akuntansi prancis sehari-hari

7.      Pertimbangkanlah pernyataan berikut: “Komite Standar Akuntansi Jerman dibentuk menurut praktik Anglo Amerika & Internasional.” Apakah Anda setuju? Mengapa?
Jawab:
Setuju, karena tidak ada keraguan bahwa Akuntansi Anglo-Amerika dapat menjadi ciri dari akuntansi di Eropa, Asia, Amerika Latin dan di banyak bagian dunia yang lainnya. Prakteknya tidak hanya di Amerika Serikat dan Inggris tetapi juga meluas ke beberapa wilayah dan negara. Misalnya Inggris mempunyai pengaruh kolonial yang besar, seperti di Australia, Kanada, Hing Kong, India, Irlandia, Kenya, Malaysia, New Zealand, Nigeria, Singapora, dan Afrika Selatan. Anglo-Amerika akuntansi menjadi lebih relatif dan kurang konservatif dan lebih transparan daripada di Nengara-negara Latin, Jerman, dan Jepang.

8.      Apa saja alasan terhadap “Perubahan Pasar” di Jepang & perubahan apa saja dalam praktik akuntansi yang terjadi sebagai akibat hal itu?
Jawab :
Perubahan akuntansi jepang pada akhir tahun 1990 terjadi kerana ingin membuat kesehatan ekonomi perusahaan-perusahaan jepang menjadi semakin transparan dan membawa jepang labih dekat dengan standar internasional.
Perubahan – perubahan yang terjadi meliputi :
a.       Mengharuskan perusahaan yang mencatatkan sahamnya untuk membuat laporan arus kas
b.      Memperluas jumlah anak perusahaan yang dikonsolidasikan berdasarkan kendali yang
      dimiliki dan bukan persentase kepemilikan
c.       Memperluas jumlah perusahaan afiliasi yang dicatat dengan menggunakan metode ekuitas
      berdasarkan pengaruh signifikan dan bukan pada persentase kepemilikan
d.      Menilai investasi dalam surat berharga sebesar harga pasar dan bukan harga perolehan
e.       Provisi penuh atas kewajiban tangguhan
f.       Akrual penuh atas pensiun dan kewajiban pensiun lainnya.

9.      Apa misi Kamar Perusahaan Pengadilan Amsterdam, bagaimana caranta misi tersebut dijalnkan?
   Jawab :
Kamar Perusahaan Pengadilan Amsterdam yaitu pengambilan khusus yang berhubungan dengan pengadilan tingggi Amsterdam yang mempunyai misi untuk mendorong kesesuaian dengan ketentuan akuntansi  keputusan comer perusahaan  dapat menimbulkan perubahan dalam laporan keuangan atau berbagai jenis hukuman.

10.  Sebutkan 3 contoh fleksibilitas Belanda dalam ketentuan pelaporan keuangan?
   Jawab :
a.    Diperbolehkanya penggunaan nilai kini untuk aktiva berwujud .
b.   Evaluasi dihapuskan melalui cadangan evaluasi dalam ekuitas pemegang saham 
c.    Pajak penghasilan tangguhan diakui berdasarkan konsep kalau pasti komprehensip

11.  Apakah prbedaan antara konsep yang bersifat “benar dan wajar” di laporan keuangan Inggris, dengan “disajikan secara wajar” di laporan keuangan AS?
Jawab :
Perbedaan konsep ini adalah bahwa dalam laporan keuangan Inggris harus memberikan penyajian yang benar dan wajar terhadap kondisi situasi dan keuntungan perusahaan. Sementara  dalam laporan keuangan AS menyajikan secara wajar posisi keuangan suatu perusahaan dan hasil operasinya sesuai dengan prinsip akuntansi yang diterima secara umum, tidah terdapat superioritas subjek seperti yang harus benar seperti di Inggris.

12.  Apakah perbedaan antara standar akuntansi berbasis prinsip dan berbasis aturan? Bukti apakah yang menjunjukan GAAP AS berbasis aturan?
Jawab :
Perbedaan antara akuntansi berbasis prinsip dan akuntansi berbasis aturan terlihat pada laporan keuangan. Bukti yang menunjukkan GAAP As berbasis aturan itu dilihat pada pelaporan keuangan yang dianggap penyajiannya laporan auditor tidak wajar.

Selasa, 01 Januari 2013

The Banker: Agus Martowardojo, Menkeu Terbaik se-Asia Pasifi

-->
The Banker: Agus Martowardojo, Menkeu Terbaik se-Asia Pasifik
Indonesia was one of only a handful of major economies to carry on growing throughout the financial crisis and is now looking at reaching 7.5% growth by 2014. What is behind this impressive performance? Brian Caplen interviews Indonesia’s finance minister, Agus Martowardojo, to understand the country’s economic polices as well as its new system for bank regulation. Mr Martowardojo is The Banker ’s Finance Minister of the Year 2012 , global and Asia-Pacific.


Tulisan di atas adalah sebagian kutipan tentang Menteri Keuangan Agus Martowardojo yang meraih penghargaan sebagai menteri keuangan terbaik se-Asia Pasifik tahun ini dari majalah keuangan internasional “The Banker” edisi Januari 2012.


Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan Yudi Pramadi dalam keterangannya di Jakarta, Rabu menyebutkan editor senior majalah “The Banker” Brian Caplen berkesempatan menyerahkan langsung penghargaan tersebut kepada Menkeu pada 15 Februari 2012 lalu.

Majalah
“The Banker” memberikan penghargaan tersebut karena menilai Agus Martowardojo berhasil dalam menyokong pertumbuhan ekonomi mencapai 6,46 persen dan membawa perubahan pada pelaksanaan anggaran dan perencanaan keuangan.


Kemudian dia dianggap berhasil meningkatkan iklim investasi di Indonesia serta mengatur anggaran secara hati-hati pada 2011.


Tahun ini merupakan ke-11 kalinya penghargaan tersebut diberikan dan pada tahun sebelumnya tercatat beberapa menteri keuangan di beberapa negara di dunia memperoleh penghargaan serupa.


Menkeu tersebut antara lain Menkeu India Pranab Mukherjee, Menkeu Pantai Gading Charles Koffi Diby, Sekretaris Keuangan Filipina Margarito Teves dan Menkeu Slowakia Jan Pociatek.


Berdasarkan hasil audit Audit Bereau of Cicrulations, sirkulasi majalah “The Banker” adalah lebih dari 28 ribu eksemplar dengan rata-rata 60 persen dari pembacanya adalah CEO/Presiden Direktur serta CFO/Bendahara dari berbagai perusahaan.


Majalah keuangan internasional ini memuat informasi di bidang keuangan dan premier banking, dibaca lebih dari 180 negara dan merupakan sumber utama data dan analisa industri tersebut.


Fokus utama “The Banker” adalah komentar dan pemahaman keuangan global, opini, profil dan wawancara dengan bank serta tokoh keuangan terkemuka.


Majalah ini juga menggabungkan liputan mendalam baik secara regional maupun negara melalui laporan pasar keuangan global, regulasi dan kebijakan, pelayanan cash management dan sekuritas, komoditas, infrastruktur, proyek, perdagangan dan teknologi, kliring dan pembayaran serta isu manajemen dan pemerintahan.